Jumat, 24 Oktober 2014

makalah tes dan pengukuran



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG
Pada kehidupan manusia pasti akan dihadapkan dengan beberapa masalah yang ada, sangat kompleks sekali masalah demi masalah yang muncul. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki manusia, manusia akan selalu berusaha untuk menyelesaikan semua masalah-masalah itu. Tetapi terkadang seseorang akan lupa terhadap apa yang terjadi pada dirinya sendiri, lebih-lebih pada masalah fisik, yaitu tentang kesegaran jasmani. Banyak dari mereka yang sibuk, akan lupa terhadap kesehatan dan kestabilan kesegaran jasmaninya.
Kesegaran jasmani seseorang adalah kemampuan tubuh seseorang untuk melakukan tugas pekerjaan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti, untuk dapat mencapai kondisi kesegaran jasmani yang prima seseorang perlu melakukan latihan fisik yang melibatkan beberapa komponen kesegaran jasmani dengan metode latihan yang benar. Semakin tinggi tingkat kesegaran jasmani seseorang, semakin besar kemampuan fisiknya dan produktifitas kerjanya, khususnya dalam bidang olahraga.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah Pengertian Kesegaran Jasmani dan keterampilan cabang olahraga?
2. Bagaimana Komponen-komponen Kesegaran Jasmani?
3. Apa Fungsi Kesegaran Jasmani dan keterampilan cabang olahraga?
4. Apa Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Kesegaran Jasmani?

1.3 TUJUAN PENULISAN
1. Mengetahui Pengertian Kesegaran Jasmani
2. Bagaimana Komponen-komponen Kesegaran Jasmani
3. Apa Fungsi Fungsi Kesegaran Jasmani
4. Mengetahui Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Kesegaran Jasmani

BAB II
                                                                PEMBAHASAN

2.1 Pengukuran Kebugaran Jasmani
Pengukuran kebugaran jasmani ialah tes yang dilakukan untuk mengetahui kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktifitas, mempertinggi daya kerja tanpa mengalami kelelahan yang berarti atau berlebihan.
Kebugaran jasmani menyangkut kemampuan penyesuaian tubuh seseorang terhadap perubahan tubuh yg disesuaikan oleh aktifitas tertentu dan menggambarkan derajat seseorang untuk berbagi tingkat kegiatan fisik. Upaya untuk mengembangkan dan memelihara kebugaran jasmani salah satu caranya adalah dg melakukan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani secara teratur.
Banyak cara untuk melakukan tes terhadap kebugaran jasmani, diantaranya:
1.      Lari 60 meter
Tujuan tes lari 60 meter adalah untuk mengukur kecepatan lari.
2.      Sit up
Tujuan sit up adalah untuk mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut.
3.      Lari 1200 meter (putra) dan 1000 meter (putri)
Tujuan tes lari 1200 meter (putra) dan 1000 meter (putri) adalah untuk mengukur daya tahan jantung, peredaran darah, dan pernapasan.
Beberapa latihan yang lain yaitu latihan kekuatan, kecepatan, daya tahan, dan kelentukan untuk kebugaran jasmani.



2.2 Komponen Kebugaran Jasmani
Kesegaran Jasmani terdiri dari beberapa komponen, yaitu:
1.      Daya tahan kardiovaskuler atau daya tahan jantung dan paru-paru (cardiovascular endurance).
2.      Daya tahan otot (muscle endurance).
3.      Kekuatan otot (muscle strength).
4.      Kelentukan (flexibility).
5.      Komposisi tubuh (body composition).
6.      Kecepatan gerak ( speed of movement ).
7.      Kelincahan (agility).
8.      Keseimbangan (balance).
9.      Kecepatan reaksi (reaction time).
1.  Koordinasi (coordination).

Sejumlah ahli kesehatan olahraga sependapat bahwa dari 10 komponen tersebut di atas,  komponen daya tahan jantung dan paru-paru adalah komponen terpenting dalam menentukan kesegaran jasmani seseorang. Daya tahan jantung dan paru-paru adalah suatu kemampuan tubuh untuk bekerja dalam waktu lama tanpa mengalami kelelahan setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut.
Daya tahan jantung dan paru-paru umumnya diartikan sebagai ketahanan terhadap kelelahan dan kemampuan pemulihan segera setelah mengalami kelelahan. Daya tahan yang tinggi dapat mempertahankan penampilan dalam jangka waktu yang relatif lama secara terus menerus.

2.3  Keterampilan cabang-cabang olahraga
Keterampilan merupakan suatu keahlian dalam melakukan suatu hal, dalam hal ini adalah melakukan kegiatan olahraga. Dalam melakukan olahraga memang sangat dibutuhkan keterampilan untuk mencapai hasil yang baik. Misalnya, keterampilan cabang olahraga volley, bulutangkis, basket dan olahraga yang lainnya.
Keterampilan dalam olahraga volley :
1.      Tes passing (dilakukan selama 60 detik) tes ini bertujuan untuk mengukur ketrampilan passing atas.
2.      Tes service bertujuan untuk mengukur kemampuan mengarahkan service ke arah sasaran dilapangan.
3.      Tes spike bertujuan untuk mengukur  ketepatan penempatan service ke petak service bagian depan.
        

Tes Keterampilan Olahraga Bulutangkis :
1.      Tes serve pendek bertujuan untuk mengukur ketepatan penenmpatan service ke petak service bagian depan.
2.      Tes serve panjang bertujuan untuk mengukur kemampuan service yang diarahkan ke bagian sudut belakang.
3.      Clear test (melakukan pukulan sebanyak 20kali) betujuan untuk mengukur kemampuan melempar dan menangkap bola yang dilakukan secara terus menerus.

Tes Keterampilan bola basket :
1.      Tes melempar dan menangkap bola dilakukan selama 30 detik jarak dari tembok 3meter bertujuan untuk mengukur kemampuan melempar dan menangkap bola yang dilakukan secara terus menerus.
2.      Tes bankshoot selama 30 detik bertujuan untuk mengukur ketepatan melakukan lemparan ke keranjang secara terus menerus.
3.      Tes dribbling selama 30 detik bertujuan untuk mengukur kemampuan menggiring bola melewati rintangan.
                   

2.4 Fungsi Tes Kebugaran Jasmani

1.       Mengukur kemampuan fisik siswa.
2.       Menentukan status kondisi fisik siswa.
3.       Menilai kemampuan fisik siswa.
4.       Mengetahui perkembangan kemampuan fisik siswa.
5.       Sebagai bahan untuk memberikan bimbingan dalam meningkatkan kebugaran jasmani.
6.       Sebagai salah satu bahan masukan dalam memberikan nilai penjasorkes.

2.5  Faktor-faktor yang Berpengaruh pada Kesegaran Jasmani

1.Latihan Jasmani
Untuk memperoleh dan memelihara kesegaran jasmani diperlukan persyaratan-persyaratan tertentu. Boucher (1979) mengemukakan tujuh jalur yang harus ditempuh guna memperoleh kesegaran jasmani, yaitu:

a. Proper Medical Care;
b. Nutrition;
c. Dental Service;
d. Exercise;
e. Statistiflying Work;
f. Healthy Play and Recreation;
g. Rest and Relaxation.

 Tujuh jalur yang telah dikemukakan di atas, tercakup dalam tiga unsur pembinaan kesegaran jasmani ialah:
a. Unsur kesehatan, yang mengarahkan pada pembentukan manusia yang sehat tubuhnya.
b.Keolahragaan, yang menekankan pada latihan olahraga dalam pengembangan potensi secara luas.
c. Unsur rekreasi, yang bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari (Anon, 1975).



BAB III
PENUTUP

2.6  KESIMPULAN
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengukuran kebugaran jasmani itu perlu dilakukan untuk mengetahui kesanggupan dan kemampuan untuk melakukan kerja atau aktifitas tanpa merasa terlalu kelelahan dan masih bisa untuk berbincang-bincang. Ada juga komponen kebugaran jasmani seperti daya tahan, kekuatan. Kelentukan, keseimbangan, komposisi tubuh, kelincahan, koordinasi.
  Tes pengukuran keterampilan juga diperlukan terutama terhadap atlit, ini dilakukan untuk mengetahui keterampilan cabang olahraga yang digeluti sang atlit. Ini juga bermanfaat bagi atlit karena menunjang prestasi dan mengetahui porsi-porsi atau ukuran untuk melakukan olahraga.
2.7  SARAN
Sebelum melakukan tes kesegaran jasmani pada siswa-siswi, maka diharapkan dapat memahami dengan baik peraturan dan tata cara pelaksanaan TKJI sehingga diharapkan hasil tes yang diperoleh adalah benar dan dapat dipercaya.